Home / Uncategorized / Stadium General : “Tafsir sains: Studi atas siklus Hidrologi” & Penutupan Festival HIMA-IQTAF

Stadium General : “Tafsir sains: Studi atas siklus Hidrologi” & Penutupan Festival HIMA-IQTAF

Ushuluddin PTIQ 28/06/2022: Fakultas Ushuluddin melalui HIMA-IQTAF kembali mengadakan studium generale dan untuk kali ini tema yang diangkat adalah Tafsir sains: ” Studi atas Siklus Hidrologi “. Acara ini menghadirkan dua ahli geologi laut dan hidrologi yaitu Bapak Tubagus Shalahuddin, Ph. D beliau lulusan sarjana Doktoral di Curtin University, Australia Barat dan Bapak Dr. Yus Budiono, Meng. Sc adalah Dosen Institut PTIQ jakarta dan Staf PTRRB (Pusat Teknologi reduksi Resiko Bencana) beliau juga Staf di BRIM (Badan Riset dan Inovasi Nasional) sebagai pemateri kedua.
Acara ini dilaksanakan melalui zoom meeting, webinar kali ini dibuka oleh Bapak Dr. Lukman Hakim, MA beliau adalah Kaprodi IAT Fak. Ushuluddin institut PTIQ Jakarta. Dalam pengantarnya, Dr. Lukman Hakim, MA memberikan materi tentang Agama dan sains. Beliau menyampaikan bahwa nalar kritis intelektualisme Islam sebagai basis perkembangan ilmu Agama dan sains sudah terlihat sejak masa Rasulullah SAW. Banyak sekali ayat dan hadis yang menegaskan betapa pentingnya mencari ilmu, berpikir dan sebagainya. Dalam perkembangannya, sekalipun ilmu terbagi menjadi fardu ‘ain dan fardu kifayah, hal ini tidak berarti harus dibenturkan mana yang penting dan yang tidak penting. Dikotomi ini sekedar menunjukkan bahwa fardhu ‘ain dan fardu kifayah wajib dipelajari oleh umat islam. Selain ilmu agama yang bisa membawa umat Islam ke surga, maka berbekal hadis, (artinya): “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” maka ilmu sains seperti kedokteran, fisika, geografi termasuk hidrologi sebagai ilmu yang membantu kelangsungan hidup manusia, menjaga lingkungan (alam) dan sebagainya bisa menjadi penyebab untuk masuk surga.
Selanjutnya, Bapak Tubagus Shalahuddin, Ph. D memulai materi tentang situasi dan kondisi negera Indonesia. Beliau membahas tentang hamparan bumi katulistiwa dan masa depan kota pesisir di Indonesia beliau menjelaskan tentang evolusi kepulauan Indonesia, fisiografi kepualauan Indonesia, perubahan iklim dan bahaya pesisir dan mitigasi dan adaptasi. Fenomena ini perlu diketahui oleh masyarakat Indonesia umumnya khususnya umat Islam agar waspada dengan situasi alam di sekitar wilayah Indonesia. Pemahaman dan kesadaran tentang kondisi alam dan bagaimana seharusnya umat manusia bersikap adalah hal yang sangat penting dalam rangka menjaga hubungan manusia dengan Allah, antar manusia dan manusia dengan alam (makhluk lainnya), karena tidak sedikit terjadinya bencana alam dan juga kerusakan lingkungan disebabkan oleh kelalaian dan kesengajaan umat manusia itu sendiri.
Bapak Dr. Yus Budiono, Meng. Sc Menyampaikan materi tentang Tafsir Sains dan siklis hidrologi dan refleksi nya atas bencana Hidro meteorologi. Beliau membahas dan mengingatkan kita kembali tentang bagaimana terjadinya hujan, tipikal air/hujan dan sebagainya yang tidak hanya sebagai rahmat bagi umat manusia, akan tetapi juga bisa menjadi bencana. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Dalam konteks ilmiah, bencana hidrometeorologi terutama disebabkan karena pengingkatan atas terapan siklus hidrologi dalam skala detail (kecerobohan dalam penggunaan lahan) dan global (perubahan klimat)
Acara webinar ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan do’a dan dilanjutkan dengan penutup dan pengumuman pemenang Festival IQTAF 2022. (LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top